a.comment-link:before{content:"1050";}

IT ALL ABOUT ME AND MY LIFE...!

A builder, hard worker, honest, with your feet planted squarely on the ground, you bring structure to the world. Your work requires a tangible finished product at completion. You are excellent at details and routine. Your economical and practical side make...s you a good accountant, efficiency expert, programmer. Analytical and organized, you bring order for others. It is possible that you could work in the field of law and order, as you can assume much responsibility and help to protect others. Your work has an earthly quality to it, and you are here to experience the world as a structured place.

Sunday, 12 June 2011

Fitnah wanita..

Titian dunia ku susuri satu persatu,
Bertatih dalam kandungan ibu,
Menghibah dunia destinasi ku,
Manusia dan makhluk dunia teman hidup ku.
Usia menjangkau masa berlalu jua,
Terasa usia ditelan dunia,
Ramuan suka duka menjadi santapan jiwa,
Pengalaman jiwa yang cukup bermakna.
Lahir membawa identiti rupa,
Wanita menjadi ketentuan YANG MAHA ESA,
Dugaan datang meneroboh jiwa,
Satu persatu meruntun kalbu terasa.
Bait bicara cuba di jaga,
Kerna diri membawa identiti rupa,
Mungkin ada khilaf terselit jua,
Hingga fitnah di tabur merata-rata.
Wanita dan diri ku sentiasa bersama,
Tidak terpisah selama-lamanya,
Justeru, ku lestarikan warkah untuk semua,
Moga mampu mencuit rasa.
Saat jiwa direntap rakus,
Mata berkaca jua menerus,
Terasa pandangan lurus,
Akal bermain kata tanpa terurus.
Wanita,
Pemakaian kalian bualan manusia,
Dicemuh merata perbandingan akal dunia,
Sikap dan pemakaian menjadi santapan nilaian manusia,
Tafsiran akal bermain kata,
Mulut mula membicara,
Hati mula meluah rasa,
Segala dibongkar menghina jua,
Sempurna ingin dilihat di mata,
Namun, ketahuilah manusia,
Khilaf diri itu pasti.
Wanita,
Fitnah diri senjata hati,
Membunuh jua wanita kini,
Namun, itu menjadi santapan kini,
Fitnah ditabur meruntun kalbu diri.
Wanita,
Diri mu dan diri ku satu.
Harus ku semai cinta bersama,
Cuba menjaga diri jua,
Dalam meniti bahtera dunia,
Ada khilaf diri terselit bersama.
Justeru,
Ku jatuh berlabuh berlutut,
Memohon khilaf untuk semua,
Semua nya takkan sama lagi seperti biasa.
Mungkin yang terbaik
Perlu ku undur diri dari semua,
Meninggalkan kalian untuk selama-lamanya.
Namun, diri ku tetap memberi,
Walaupun dalam duka dan perit di hati,
Kerna untaian bicara sahabat sejati,
Menjadi pegangan di hati.
Lelaki dan wanita,
Sesama kita bergelar insan,
Punya mulut untuk berkata.
Justeru, ku mohon dari kalian semua,
Penghinaan diri lestarikan kepada Si Dia,
Bukan ditabur merata-rata.
Akhir tinta ku di sini.

No comments: